Minggu, 31 Maret 2013

Pekerjaan Shear Wall dan Core Lift

Pekerjaan shear wall dan core lift melibatkan beberapa kegiatan antara lain adalah Penentuan titik-titik as shear wall dan core lift diperoleh dari hasil pekerjaan tim survey yang melakukan pengukuran dan pematokan, yaitu marking berupa titik-titik atau garis yang digunakan sebagai dasar penentuan letak bekisting dan tulangan kolom. Penentuan as kolom dilakukan dengan menggunakan alat theodolite.
Penulangan, pabrikasi tulangan shear wall dan core lift dikerjakan pada los pekerjaan pembesian. Pada saat pemasangan tulangan, digunakan tower crane untuk mengangkat tulangan yang telah dirangkai, dibutuhkan tenaga kerja yang terampil dalam pemasangan dan penyambungan pada shear wall dan core lift agar benar – benar tegak lurus seperti shear wall dan core lift yang berada dilantai bawahnya.
Bentuk dan ukuran shear wall dan core lift pada proyek ini adalah tipikal (sama), sehingga bahan bekisting shear wall dan core lift terbuat dari baja pula. Dengan penggunaan bahan baja ini akan lebih menghemat bahan dan biaya dalam pembuatan bekisting, karena dapat dipakai berulang-ulang
Beton ready mix didatangkan dari batching plant dengan mutu yang telah disyaratkan. Setelah nilai slump memenuhi persyaratan, maka beton ready mix dari concrete mixer truck dituang ke dalam concrete bucket, kemudian concrete bucket tersebut diangkat dengan tower crane menuju ke lokasi pengecoran. Pada saat pemindahan, concrete bucket ditutup/dikunci agar tidak tumpah. Tinggi jatuh penuangan beton disyaratkan sesuai dengan yang telah ditentukan (≤ 1,50 m) usahakan sedekat mungkin antara pipa tremie dengan permukaan beton lama. hal ini dilakukan untuk menghindari agregat kasar, terlepas dari adukan beton.
Pekerjaan shear wall, kolom yang menyatu pada shear wall dikerjakan bersamaan. Perbedaan mendasar dari pekerjaan kolom dan shear wall adalah:
  1. Pekerjaan shear wall mempunyai permukaan yang luas menyerupai dinding, sehingga pada pemasangan bekisting arah memanjangnya dipasang tie rod lebih banyak untuk mengurangi lendutan pada bekisting karena gaya tekan beton pada saat pengecoran tergolong besar. Pemasangan tie rod yang dilindungi oleh pipa PVC dimasukkan ke dalam shear wall /dinding geser.
  2. Pemasangan push pull prop RSS1 dan kickers brace AV1 lebih dari 2 pada sisi memanjangnya.
gambar-shear-wall
Gambar 1.1 Detail  Pekerjaan Shear Wall
keterangan gambar
  • push pull prop RSS1 dan kickers brace AV1
  • push pull prop RSS1 dan kickers brace AV1
  • Wing nut
  • Kolom
  • tie rod pipa
bekisting-shear-wall
Gambar 1.2 Tampak Depan Bekisting Shear Wall
shear-wall

Gambar 1.3 Pekerjaan Curing pada Shear Wall

Sumber : http://www.ilmusipil.com/pekerjaan-shear-wall-dan-core-lift

Mengerjakan Proyek Bangunan Saat Musim Hujan

Mengerjakan proyek bangunan saat musim hujan bisa jadi merupakan suatu tantangan tersendiri karena harus pintar-pintar mengatur waktu atau menggunakan metode kerja terbaik agar`pekerjaan pembangunan tetap dapat berjalan lancar meskipun hujan deras sedang mengguyur. masing-masing kontraktor tentu punya pengalaman dan strategi khusus ketika harus berhadapan dengan situasi ini, pengalaman adalah guru paling berharga oleh karena itu akan sangat bermanfaat jika ada yang bersedia berbagi ilmu disini, sebagai permulaankita coba uraikan beberapa tips pelaksanaan proyek bangunan saat musim hujan, strategi lain tentu masih banyak, jadi diucapkan banyak terimakasih jika ada yang bersedia menambahkan tips ini.

Tips mengerjakan proyek bangunan saat musim hujan
  1. Membuat jadwal perkiraan hujan, bisa dengan memperkirakan berdasarkan pengalaman atau meminta data dari BMKG badan meteorologi klimatologi dan geofisika untuk mengetahui perkiraan cuaca, dari data tersebut maka bisa diperkirakan kapan saat yang tepat untuk melaksanakan item pekerjaan yang berpotensi terhambat jika hujan turun.
  2. Mencatat secara benar laporan cuaca setiap jam selama masa pelaksanaan proyek bangunan berlangsung sesuai waktu yang disepakati dalam kontrak, data tersebut bisa digunakan sebagai alasan resmi untuk mendapat perpanjangan waktu bagi kontraktor tanpa harus mendapat sanksi akibat keterlambatan proyek.
  3. Menggunakan bahan campuran untuk mempercepat proses pengerasan adukan beton, hal ini akan sangat berguna jika sedang mengerjakan proyek infrastrujtur seperti pembuatan jalan cor beton, atau pada proyek gedung ketika sedang melakukan pekerjaan cor struktur kolom balok atau plat lantai.
  4. Memaksimalkan waktu pelaksanaan proyek, terutama pada jam yang seringkali tidak turun hujan misalnya melakukan lembur dimalam hari ketika hujan sering turun disiang hari.
  5. Memasang tenda untuk melindungi proses pelaksanaan pekerjaan atau bahan bangunan agar tetap dalam kondisi baik ketika hujan mengguyur.
  6. Memasang instalasi penangkal petir, terutama pada proyek yang berada ditanah lapang seperti pembangunan pelabuhan, atau pada proyek gedung yang menggunakan alat angkat tower crane dalam kondisi terpasang tinggi menjulang.
  7. Menggunakan alat keselamatan diri agar terhindar dari bermacam bahaya ketika hujan turun, misalnya terpeleset pada area licin, memakai jas hujan agar kondisi badan tetap sehat untuk bisa berkarya dengan maksimal.
  8. Untuk mendukung program green contractor yaitu ramah lingkungan, maka akan sangat bagus jika melakukan penampungan sebanyak mungkin air hujan yang turun sehingga dapat dimanfaatkan untuk aktifitas pembangunan.
Bermacam solusi lain bisa digunakan untuk mendukung kelancaran saat mengerjakan proyek bangunan pada musim hujan, selamat berkreatifitas untuk dapat berkarya dengan sebaik mungkin meskipun hujan deras sedang mengguyu.

Sumber : http://www.ilmusipil.com/mengerjakan-proyek-bangunan-saat-musim-hujan

Pembongkaran Bekesting dan Perawatan Kolom

Proses pembongkaran bekisting kolom dilakukan setelah beton dianggap mengeras. Berikut ini adalah metode kerja pembongkaran bekisting kolom:
1)  Pembongkaran bekisting kolom dilakukan setelah 8 jam dari pengecoran terakhir dengan tenaga orang (berbeda-beda tergantung pada setting time beton, setiap mix design yang dibuat juga berbeda tergantung dari bahan admixture yang digunakan). Jika pembongkaran dilakukan sebelum waktu pengikatan pada beton menjadi sempurna (kurang dari setting time yang disyaratkan), maka akan terjadi kerusakan/cacat pada beton tersebut. Upaya dalam mencegah kerusakan yang terjadi yaitu dilakukan pembongkaran setelah setting time yang disyaratkan, agar beton dapat mengeras terlebih dahulu. Karena beton kolom yang digunakan tidak langsung menerima beban besar (momen akibat beban sendiri termasuk kecil), maka pembongkaran bekistingnya lebih cepat dibandingkan pembongkaran bekisting pada balok dan pelat lantai.
2)  Hal yang pertama dilakukan yaitu mengendorkan semua baut dan wing nut, kemudian melepas tie rod yang terdapat pada horizontal waller.
3)  Kemudian mengendorkan dan melepas push pull prop RSS1 dan kickers brace AV1 pada wedge head piece.
4)  Langkah selanjutnya adalah melepas push pull prop RSS1 dan kickers brace AV1 dari base plate yang secara bersamaan begesting kolom akan lepas dengan sendirinya dari permukaan beton.
5)  Kemudian bekisting kolom tersebut diangkat dan dipindahkan ke tempat yang telah disediakan dengan bantuan alat tower crane, untuk dilakukan pembersihan dan pengolesan dengan oil form.

Perawatan Beton Kolom
Pada saat pembongkaran begesting selesai, maka langsung dilakukan perawatan beton (curing), yaitu dengan menggunakan curing compound, caranya yaitu dengan membasahi permukaan kolom dengan menggunakan roll secara merata (naik turun). Proses ini dilakukan sebanyak 4 kali.
Tujuan utama dari perawatan beton ialah untuk menghindari:
  1. Kehilangan zat cair yang banyak pada proses awal pengerasan beton yang akan mempengaruhi proses pengikatan awal beton.
  2. Penguapan air dari beton pada saat pengerasan beton pada hari pertama.
  3. Perbedaan temperatur dalam beton, yang akan mengakibatkan retak-retak pada beton.
beton-keroposPermasalahan pada waktu pelaksanaan pekerjaan disebabkan empat hal pokok, yaitu keterbatasan pengawasan, kelalaian pekerja, urutan pekerjaan yang kurang tepat, dan adanya kesulitan dalam mengaplikasikan gambar rencana. Permasalahan pelaksanaan pekerjaan yang muncul di lapangan antara lain:
  • Pembersihan permukaan bekisting balok dan pelat lantai sebelum pengecoran kurang teliti sehingga banyak sampah seperti potongan kayu, butiran tanah tercetak dengan beton.
  • Pembesian tulangan kolom, dan balok yang tidak sesuai dengan gambar, baik dari  jumlah maupun ukurannya.
  • Penempatan decking yang keliru, dimana sering dijumpai decking ditempatkan pada tulangan utama.
  • Sengkang bagian bawah pada balok banyak yang tidak diikatkan dengan tulangan utama.
  • Terjadi keropos pada beton setelah pengecoran, dikarenakan penggetaran concrete vibrator yang kurang merata.

Sumber : http://www.ilmusipil.com/pembongkaran-bekisting-dan-perawatan-kolom

Kamis, 07 Maret 2013

Cara Membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan, Jadwal Tenaga Kerja, Jadwal Material Pekerjaan

Dalam melaksanakan pekerjaan pembangunan jadwal pekerjaan sangat dibutuhkan, agar pekerjaan dapat ditentukan waktu penyelesaiannya dan juga bisa memperkirakan jumlah material, pekerja yang dibutuhkan untuk mencapai target yang ditentukan, ini juga berhubungan dengan Anggaran atau dana yang diperlukan setiap minggunya atau untuk mencapai target tersebut.
Sebagai contoh, andaikan di jadwal pelaksanaan target yang harus di capai dalam 1 minggu (6 hari kerja mulai senin sampai sabtu) pemasangan bata 250 m2 maka material ataupun tenaga yang di perlukan sebagai berikut.
Gunakan analisa pekerjaan sipil sebagai berikut :
1 m2 Pemasangan Dinding 1/2 bata campuran 1 PC : 6 Pasir
Bahan
70,0000 bh Bata Merah
8,1200 kg Portland Cement
0,0480 m3 Pasir Pasang
Upah
0,3000 OH Pekerja
0,1000 OH Tukang Batu
0,0100 OH Kepala tukang
0,0150 OH Mandor
dari analisa tersebut, materil yang dibutuhkan untuk mengerjakan pasangan bata dengan volume 250 m2 adalah :
Bata Merah = 70 x 250 = 17.500 bh
Portland Cement = 8,12 kg x 250 = 2.030 kg atau kalau menggunakan 1 zak yg 40 kg = 50,75 zak
Pasir Pasang = 0,048 m3 x 250 = 12 m3
Jumlah material tersebut diatas, sudah ada di gudang lapangan sehari sebelum pekerjaan dimulai.
Tenaga Kerja yang dibutuhkan 
Pekerja = 0,3 x 250 = 75 orang
Tukang Batu = 0,1 x 250 = 25 orang
Kepala tukang = 0,01 x 250 = 2,5 orang
Mandor = 0,015 x 250 = 3,75 orang
sehingga jumlah tenaga yang diperlukan untuk meyelesaikan 250 m2 pasangan bata selama 6 hari, setiap harinya kurang lebih.
Pekerja = 12,5 orang, Tukang Batu = 4,2 , mandor dan kepala tukang kita abaikan .
disimpulkan setiap 1 tukang dilayani 3 pekerja, tetapi 1 tukang dengan dilayani 3 pekerja kemungkinan tukang tidak mampu, maka kita kurangi menjadi 1 tukang dilayani 2 pekerja, sisanya tenaga yang tdk terpakai kita simpan melihat situasi, apakah perlu atau tidak. karena dalam analisa biasanya ada toleransi, maka kita gunakan saja 4 tukang 8 tenaga, sisanya kalau kita memborong adalah merupakan keuntungan kita. 
Untuk pekerjaan lainnya cara sama dengan perhitungan di atas.
Cara membuat jadwal pelaksanaan 
CONTOH RAB
Dari RAB diatas kita buat bobot masing-masing pekerjaan dengan cara  jumlah harga tiap2
Contoh : Pekerjaan pengukura jumlah harga Rp. 150.000 dibagi dengan grand total didapat di kalikan 100maka bobot yang di dapat dalam prosentase pekerjaan adalah 0.099399 %
Kemudian kita rencanakan pekerjaan tersebut akan diseleasikan berapa hari atau berapa minggu
kemudian kita buat tabel sebagai berikut, disini kami misalkan pekerjaan tersebut akan diselesaikan dalam waktu 8 minggu. Tabel sebagai berikut
Dan perkirakan berapa lama tiap-tiap item pekerjaan akan kita selesaikan, kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan berikutnya.
Pekerjaan pengukuran diperkirakan hanya setengah minggu, kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan bowplank, saat pekerjaan bowplank sudah berjalan tdk menunggu selesai mulai pekerjaan galian, dan 1/3 pekerjaan galian sdh selesai dimulai dengan pekerjaan fondasi, 1/4 pekerjaan fondasi selesai dimulai pekerjaan sloof, bersamaan dengan pekerjaan kolom  dan seterusnya. sedangkan untuk mencapai target sesuai dengan Jadwal perencanaan, perlu di tunjang dengan kesiapan material dan tenaga kerja Untuk material sebaiknya sdh ada di gudang lapangan paling lama 2 hari sebelum pekerjaan di mulai, dan juga kesiapan tenaga kerja terkadang yang menjadi kendal untuk mencapai target sesuai dengan jadwal adalah material terlambat datang atau kurangnya tenaga kerja .Tenaga kerja perlu diperhitungkan jumlahnya berapa tenaga yang akan kita pakai sesuai dengan bobot pekerjaan yang akan dicapai perhitungan jumlah tenaga maupun material yang dibutuhkan dapat menggunakan analisa pekerjaan sipil Untuk mendapatkan analisa pekerjaan sipil kami menyediahkan ebook 153 analisa pekerjaan sipil silakan klik disini demikian penjelasan singkat cara membuat jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan. 

Sumber : http://www.struktur-rumah.com/2012/02/cara-membuat-jadwal-waktu-pelaksanaan.html