Minggu, 29 April 2012

Mempermudah Penelitian Tugas Akhir (S1, S2 , & S3)

Tugas akhir, skripsi, tesis, dan disertasi adalah istilah yang dipergunakan untuk menyebut suatu karya yang harus dibuat oleh calon sarjana. Tugas akhir memiliki makna yang luas dan bisa mencakup ketiga istilah yang saya sampaikan didepan. Skripsi dipergunakan untuk menyebut tugas akhir mahasiswa S1. Tesis sering dipergunakan untuk menyebut tugas akhir yang diberikan untuk jenjang pendidikan pasca sarjana (S2). Disertasi dipergunakan untuk menyebut tugas akhir yang ditempuh mahasiswa tingkat doctorate atau jenjang pendidikan S3. Namun perlu diingat jika penyebutan tugas akhir untuk setiap negara berbeda-beda.


Bentuk tugas akhir yang biasa dibuat oleh mahasiswa adalah berupa penelitian. Hal yang menarik dari penelitian adalah meskipun calon sarjana mempunyai kewajian membuat tugas akhir seperti dengan melakukan penelitian, namun tidak sedikit yang merasakan meneliti itu sulit. Tidak sedikit yang mengambil jalan pintas dengan membeli karya orang lain atau bahkan menjiplak karya orang lain. Saya menyarankan untuk tidak pernah berbuat tidak jujur dengan karya tugas akhir karena dalam hitungan waktu baik pasti akan terbongkar. Reputasi Anda dipertaruhkan.


Melalui tulisan ini saya ingin berbagi langkah-langkah mempermudah mengawali penelitian S1, S2, dan S3 sebagai bahan diskusi ketika akan mengajukan penelitian atau bertemu dengan pembimbing. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Anda mendapatkan pencerahan dan jalan terang untuk mengawali penelitian ataupun memandu diskusi dengan para pembimbing tugas akhir. Tulisan saya dibawah ini mengambil contoh dalam penelitian ilmu sosial, namum pertanyaan-pertanyaan dibawah ini bisa berlaku untuk ilmu pasti.

Berikut langkah-langkah yang bisa dicermati:

1. Minat yang kuat terhadap bidang ilmu
Sebelum mengawali sebuah penelitian, sebaiknya calon peneliti memiliki daya tarik yang tinggi dengan topik yang akan diteliti. Ingat meskipun penelitian hanya dijalankan selama 6 bulan, tetapi peneliti akan terlibat sangat intesif dengan suatu bidang ilmu. Minat yang kuat terhadap bidang ilmu akan berdampak pada keinginan yang kuat untuk mengeskplorasi bidang ilmu tersebut. Salah satu hal yang perlu dicatat adalah setiap bidang ilmu memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. Jika penelitian dilandasi dengan minat yang tinggi terhadap bidang ilmu, maka semua akan dijalankan dengan senang hati.
2. Merumuskan masalah untuk diteliti
Sebelum meneliti lebih jauh, calon peneliti sebaiknya memili rumusan masalah yang jelas. Untuk mempermudah merumuskan masalah, seorang peneliti bisa menuliskan masalahnya dalam satu kalimat yang pendek dan jelas. Sebuah permasalahan bisa dirumuskan dalam bentuk sebuah hipotesa. Selanjutnya, seorang Peneliti seharusnya memiliki argumentasi mengapa permasalahan tersebut layak untuk diteliti atau menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Misalnya apa yang baru dalam penelitian tersebut sehingga layak untuk diteliti. Untuk memiliki argumentasi yang kuat, peneliti harus melakukan kajian pustaka dengan intensif seperti diuraikan di langkah ke-3 ini.
3. Kajian pustaka (literature review)
Setelah rumusan masalah selesai, seorang peneliti harus melakukan kajian pustaka (literature review). Dengan melakukan literature review seorang peneliti harus mampu:
  • menemukan siapa ahli yang terlibat dalam bidang ilmu tersebut (key persons). Siapa yang pertama kali melakukan penelitian atau mencetuskan bidang penelitian tersebut.
  • siapa saja yang telah melakukan penelitian dalam bidang atau permasalahan yang telah dirumuskan. Adakah ilmuwan Indonesian yang telah melakukan penelitian sebelumnya?
  • hal-hal apakah yang belum dibahas oleh peneliti sebelumnya. Apakah yang membuat berbeda antara penelitan yang satu dan lainnya?
  • apa yang membuat penelitian Anda berbeda dengan yang lainnya? Apakah yang baru dalam penelitian Anda?
  • kontribusi apakah yang akan Anda buat terhadap bidang ilmu yang akan diteliti.
4. Menentukan cara untuk menjawab permasalahan yang telah dirumuskan
Setelah melakukan kajian pustaka, langkah selanjutnya adalah menentukan metode penelitian. Setelah seorang penelitian  melakukan kajian pustaka, maka dia akan mengetahui secara pasti seperti:
  • jenis penelitian: kuantitaif, kualitatif atau mixed methods atau metode gabungan antara kualitatif dan kuantitatif.
  • pendekatan meneliti seperti studi kasus (case study), eksperimental, etnografi.
  • menetukan sampel penelitian.
  • menentukan lokasi penelitian
  • menentukan metode pengumpulan data seperti observasi, kuesionair, interview, video dll.
  • menentukan metode analisa data baik secara kualitatif ataupun kuantitaif.
  • menentukan alat yang akan dipergunakan untuk mengolah data seperti program komputer (SPSS, AMOS, NVivo).
5. Menentukan judul yang terbaik untuk penelitian yang direncanakan
Jika semua hal yang berhubungan dengan penelitian yang akan diajukan sudah jelas, maka calon peneliti bisa mulai merumuskan  judul yang cocok untuk membungkus penelitian sebelum diajukan ke pembimbing sebagai bahan konsultasi dengan pembimbing.
Semoga tulisan pendek ini bermanfaat untuk memandu mahasiswa yang akan melakukan penelitian. Sukses untuk penelitian Anda.

Sumber : http://subekti.com/2012/04/28/mempermudah-penelitian-tugas-akhir/

Facebook Dapat Membentuk Tingkah Laku Abnormal

Lagi-lagi facebook, yang membuat ratusan orang menjadi ketagihan dengannya. Sebagai salah satu jejaring sosial terbesar didunia dan terpopuler di Indonesia, facebook ternyata memiliki efek yang besar dalam kehidupan keseharian penggunanya.

Sebagian pengguna facebook menjadi ketagihan dan ketergantungan dengan jejaring sosial yang satu ini. Sebuah fenomena dunia maya yang mempengaruhi efek psikologis. Dalam keadaan dan situasi apapun, seorang yang ketergantungan dengan facebook, akan berusaha untuk berinteraksi dengan dunia maya, walau hanya sekedar update status. 

Memang banyak tipe kepribadian pengguna facebook. Ada yang menggunakan facebook sebagai sarana berinteraksi, yang tidak bisa dilakukan dalam dunia nyata secara efesien dan cepat. Tetapi bagaimanapun modernnya dunia jejaring sosial dalam membangun sebuah interaksi sosial, tidak akan menggantikan peran penting interaksi sosial yang sesungguhnya di dunia nyata. Bahkan ada pengguna facebook yang aktif di dunia jejaring sosial ini dan seakan-akan menarik diri dalam kehidupan sosial yang nyata, ini adalah sebuah tingkah laku yang akan membentuk tingkah laku yang abnormal.

Tingkah laku abnormal sebagai akibat dari ketergantungan dengan jejaring sosial dunia maya, karena pada dasarnya dunia maya bukanlah sebuah kehidupan “nyata”. Apa yang ada dalam dunia maya tidak semuanya ada dalam dunia nyata, bahkan apa yang ditampilkan dalam jejaring sosial tersebut, biasanya juga adalah sebuah kepalsuan. Misal saja, seseorang yang pendiam di dunia nyata, tetapi sangat rajin update status setiap saat. Ini adalah contoh bahwa aktivitas dunia nyata dan dunia maya dalam mengungkapkan sisi-sisi kepribadian sangat berbeda.

Apa yang menyebabkan perbedaan tersebut? Bisa saja perbedaan itu karena seseorang tidak bisa berinteraksi langsung dengan kehidupan nyata, dan dunia maya adalah sebuah pelarian. Di dunia nyata tidak ada yang mau mendengarkan, tetapi di dunia maya mereka mempunyai beribu-ribu teman yang siap memberikan comment back, terhadap satusnya. Semakin rajin seseorang memberikan comment, semakin banyak pula comment back yang akan didapatkannya. Apakah comment back yang diterima itu adalah sebuah perhatian yang tulus? Tergantung pada niat hati masing-masing.

“Lagi marah, masuk kamar, tutup pintu, up date status”, atau “ada kecelakaan di depan, berhenti sebentar, ambil HP, up date status”, atau “lagi berantem sama pacar, ganti status berpacaran, jadi single”, dan lain-lain. Yang jelas, orang yang mengalami ketergantungan dengan facebook, biasanya menganggap kehidupan sosial nyata tidak penting lagi, dan jejaring sosial dunia maya adalah jawaban yang instan. Padahal, yang logic adalah memecahkan masalah secara real dan jantan dan menghadapinya secara jantan pula di dunia nyata. 

Sumber : http://www.psychologymania.com/2011/09/facebook-dapat-membentuk-tingkah-laku.html 

Selasa, 24 April 2012

Mengapa Perselingkuhan Wanita Lebih "Berbahaya" ?

Jika ada yang menyebut kata "selingkuh", biasanya yang pertama terlintas di pikiran kita adalah seorang playboy atau sesosok pria yang sering menyakiti hati wanita. Selingkuh seolah-olah identik dengan perilaku dan kebiasaan lelaki. Padahal kenyataannya tak begitu.

Baru-baru ini Manchester Metropolitan University di Inggris melakukan penelitian tentang perilaku berselingkuh pada wanita dan pria. Hasilnya, 20 persen pria mengaku pernah berselingkuh dari pasangannya.

Bagaimana dengan wanita? Ternyata angkanya tak jauh berbeda. Sebanyak 16 persen wanita di Inggris mengaku pernah tak setia. Tapi sebetulnya pria perlu lebih berhati-hati menjaga agar pasangannya tak berselingkuh. Penelitian lainnya tentang perselingkuhan membuktikan bahwa perselingkuhan wanita ternyata lebih "berbahaya" dibandingkan perselingkuhan pria. Bagaimana bisa?


Wanita berselingkuh jika hubungannya bermasalah
Sebagian besar pria berselingkuh karena tak dapat menahan nafsu. Bisa saja hubungannya dengan istri/kekasihnya sebetulnya tak bermasalah. Ia hanya semata tergoda oleh wanita lain atau dihadapkan pada kesempatan untuk berselingkuh yang tak dapat ia tolak. Menurut Ruth Houston, penulis buku "Is He Cheating On You", hanya 20 persen wanita yang berselingkuh karena nafsu. Sedangkan pada pria, angkanya mencapai 80 persen.

Wanita justru sebaliknya. Jika hubungannya asmaranya baik-baik saja, ia biasanya tak akan berselingkuh. Alasan utama wanita berselingkuh adalah karena ia sebetulnya tak bahagia dengan hubungannya. Alasannya bisa karena kesepian, seks yang tak memuaskan, atau kebutuhan emosi yang tak terpenuhi. Intinya ada sesuatu yang tak bisa dipenuhi oleh suami atau pasangannya itu.

Menurut Helen Fisher, PhD, antropolog biologi dan penulis buku "Why We Love", 66 persen wanita yang berselingkuh mengaku tak bahagia dalam pernikahannya. Sedangkan pada pria, angkanya hanya 44 persen.


Wanita terikat secara emosi pada selingkuhannya
Karena wanita berselingkuh dengan alasan emosional (bahasa kerennya "main hati"), biasanya akan lebih sulit pula bagi wanita untuk mengakhiri perselingkuhan tersebut. Tak jarang wanita merasa jatuh cinta pada pria idaman lain tersebut, bahkan mencintainya lebih dari pasangannya sendiri.

Ikatan emosional antara wanita dengan selingkuhannya juga lebih kuat dibandingkan pria dengan selingkuhannya. Sebuah penelitian membuktikan bahwa perselingkuhan yang dimulai atau diawali oleh sang wanita biasanya bertahan tiga kali lebih lama dibanding perselingkuhan yang dimulai oleh laki-laki.


Wanita berselingkuh dengan lebih "serius"
Pria mungkin bisa dengan mudah dan tanpa pikir panjang memutuskan untuk selingkuh. Tak demikian halnya dengan wanita. Wanita selalu memikirkan baik-baik apa risikonya jika ia berselingkuh. Jika hubungan terlarang itu dia anggap hanya buang-buang waktu, atau risikonya tak sepadan dengan kesenangannya, ia tak akan melanjutkan. Pria dapat berselingkuh berkali-kali dengan banyak wanita karena baginya itu tak berarti apa-apa, tapi bagi wanita, jika ia memutuskan untuk selingkuh artinya pria idaman lain itu istimewa.


Wanita lebih jago menyembunyikan perselingkuhan
Wanita seringkali mengetahui saat pasangannya berselingkuh, tapi tidak sebaliknya. Selain pria tak memiliki insting mendeteksi kebohongan seperti wanita, kaum wanita juga lebih piawai menyembunyikan hubungan terlarangnya. Wanita sudah terlatih untuk berbohong sejak kecil demi menjaga perasaan orang lain. Hal yang sama tak terjadi pada pria, sehingga pria biasanya merasa lebih gugup saat berbohong.

Sumber : http://id.she.yahoo.com/mengapa-perselingkuhan-wanita-lebih-berbahaya.html

Wanita Marah Dengar Kata-kata Ini!

Wanita adalah makhluk yang tercipta dengan karakter lebih sensitif. Mereka cenderung menggunakan perasaan ketimbang rasio.
Bagi kebanyakan pria yang tengah menjalani hubungan, lebih baik selalu mengucapkan kata-kata manis di depan kekasih. Namun, jangan pernah menyinggung perasaannya dengan kata-kata yang mungkin tidak berkenan di hati pasangan wanita.
Agar hubungan Anda berjalan mulus, Times of India akan memberi berbagai tips pernyataan apa yang sebaiknya Anda hindari.

Kamu terlihat gemuk mengenakan gaun itu
Pernyataan seperti ini bisa menurunkan rasa percaya dirinya dan membuatnya merasa tersinggung. Hati-hati berbicara soal berat badan, karena mungkin dia bisa mengalami frustasi.

Ibumu tampak lebih muda dari mu
Kebanyakan wanita pasti dekat dengan ibunya.Tapi jangan pernah mengatakan bahwa ibu nya justru tampak seperti adik dari kekasih Anda. Jangan pernah coba membandingkan jika Anda dan dia masih dalam tahap pendekatan.

Kamu mengingatkanku pada mantan kekasihku
Itu merupakan pernyataan terburuk yang tak ingin di dengar banyak wanita saat tengah menjajaki hubungan dengan seorang pria.

Ibuku adalah koki terbaik
Jangan terlalu membanggakan keahlian memasak ibumu di depan pasangan wanita. Karena wanita manapun akan selalu bangga dengan keterampilannya menciptakan kuliner lezat.

Saya tidak suka temanmu
Kebanyakan pria, masih tetap suka bergaul dengan teman-temannya meskipun telah memiliki kekasih, begitupun wanita. Jadi jangan pernah melarang seorang wanita tetap bergaul dengan teman-temannya .

Mengapa wanita suka berlama-lama di salon?
Jangan pernah lontarkan pertanyaan ini pada wanita. Apalagi mengeluh soal anggaran perawatan kecantikannya yang selalu minta di-support oleh Anda. Jika kebanyakan pria suka menghabiskan waktu sepak bola atau mengutak atik motor dan mobil, wanita pun ingin menghabiskan waktunya merawat dan mempercantik seluruh bagian tubuhnya.

Gadis itu seksi sekali
Setiap wanita pasti tidak akan pernah suka mendengarnya, apalagi jika pria sudah mulai membandingkan kecantikan kekasihnya dengan wanita lain.

Aku butuh waktu sendiri
Pernyataan ini bisa membuat banyak wanita salah paham. Bisa membuat pikirannya merasa dirinya tak dibutuhkan lagi oleh Anda. Secara perlahan pun wanita bisa menjaga jarak dan menjauhi Anda.

Jadi, pikir-pikir lagi sebelum mengatakan hal di atas ya...

Sumber : http://id.she.yahoo.com/wanita-marah-dengar-kata-kata-ini-145811503.html

Tips Dapatkan Modal Usaha

Modal usaha merupakan salah satu hal penting dalam menjalankan usaha sendiri, walaupun memang kreativitas dan kemauan adalah hal yang terpenting. Mendirikan sebuah usaha yang mampu memberikan keuntungan berlimpah lebih tidak mudah lagi.

Tentunya untuk mengawali semua itu, Anda perlu modal yang cukup atau perlu yang besar agar usaha Anda bisa jalan. Bagaimana mendapatkan modal usaha, ini dia tipsnya:

Cairkan Dana Sendiri
Cara ini tentunya yang paling mudah dalam memperoleh modal usaha. Anda bisa mencairkan tabungan, deposito, reksadana, saham atau bahkan emas anda untuk modal usaha ini. Namun yang terpenting adalah dengan memisahkannya dengan pengeluaran pribadi agar tidak mengganggu kondisi finansial keluarga.

Meminjam ke Bank
Biasanya di bank, ini dinamakan microfinancing. Jangan gegabah dalam menentukan pinjaman ke bank dan tergiur hanya dengan bunga kecil dan kemudahan proses saja. Pilih bank yang memiliki kredibilitas, kemudahan, dan bunga kompetitif.

Meminjam ke Kantor atau Koperasi
Jika anda seorang pebisnis namun masih berstatus karyawan, anda bisa coba memanfaatkan pinjaman kantor atau koperasi karyawan untuk memulai usaha karena biasanya kantor memberlakukan bunga yang cukup rendah atau bahkan tanpa bunga sama sekali.

Menjalin Kerjasama
Cara ini merupakan cara yang paling diminati oleh pebisnis karena modal usaha yang didapatkan bukan berasal dari kantong sendiri. Anda bisa mencari investor atau bekerja sama dengan teman atau kerabat. Berikan keterangan jelas mengenai pembagian keuntungan nantinya dan ini haruslah dibuat perjanjian hitam di atas putih.

Sumber : http://id.she.yahoo.com/tips-dapatkan-modal-usaha-110000457.html

Sering Marah Bikin Rentan Sakit

Terkadang tak mudah bagi seseorang untuk menahan emosi. Akibatnya, marah-marah menjadi sebuah fenomena yang dianggap biasa untuk melampiaskan endapan emosi.

Namun, mulai kini belajarlah untuk mengontrol emosi Anda. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa luapan kemarahan dapat meningkatkan risiko jangka panjang dari berbagai penyakit, seperti serangan jantung dan stroke serta melemahnya sistem kekebalan tubuh.

Para peneliti dari University of Granada Spanyol menanyakan 50 orang mengenai peristiwa di masa lalu, kesalahan yang mereka lakukan, dan penyesalan mereka.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal PLoS One menunjukkan bahwa orang yang masih berkubang dengan kenangan buruknya lebih mungkin untuk merasakan nyeri.

Menurut peneliti, suasana hati negatif mengganggu sirkulasi otak. Ketika kita kehilangan kendali, denyut jantung dan tekanan darah kita meningkat, serta aliran darah ke otot juga mengalami kenaikan yang membuat tubuh 'ancang-ancang' untuk berkelahi menghadapi keadaan yang membuat pikiran tegang.

Pada saat yang sama, kadar glukosa meningkat untuk memberikan energi bagi otot untuk beraksi dan memompa kelenjar adrenal mengeluarkan hormon adrenalin. Hal ini menyebabkan pembesaran pupil mata untuk menajamkan penglihatan dan memperluas kapasitas paru-paru sehingga dapat menghirup oksigen tambahan yang diperlukan.

Jantung dianggap menjadi bagian tubuh paling berisiko saat seseorang sering melampiaskan emosi negatifnya. Peneliti memperkirakan ada banyak bagian di sistem kardiovaskular yang menjadi rusak karena terlalu sering marah.

"Orang sering merasa sangat energik ketika mereka marah. Jantung mereka berdetak lebih cepat, penglihatan dan pendengaran mereka lebih tajam," papar psikolog Annie Hinchliff.

Sumber : http://id.she.yahoo.com/sering-marah-bikin-rentan-sakit-090000532.html

Trik Jitu Kendalikan Emosi

Bagi sebagian orang, mengendalikan amarah amatlah sulit. Tak jarang, akhirnya mereka mengeluarkan semua keluh kesahnya secara berlebihan yang justru merugikan dirinya sendiri.

Itulah mengapa pengendalian diri amat penting. Kini, saat merasa perlu mengendalikan diri, Anda hanya perlu beraktivitas menggunakan tangan yang jarang Anda gunakan untuk kegiatan sehari-hari. Penelitian ini telah dimuat dalam the journal Current Directions in Psychological Science, Maret 2012 yang dibuat oleh Dr Thomas Denson.

Menurut Dr Thomas Denson dari University of New South Wales, orang yang beralih menggunakan tangan 'non dominan' untuk melakukan kegiatan sehari-hari lebih mampu mengendalikan emosinya.

Dr Denson menjelaskan bahwa jika Anda terbiasa menggunakan tangan kanan untuk menggunakan mouse, mengaduk teh atau kopi, membuka pintu, dan sebagainya, maka coba sekali-kali lakukan kegiatan tersebut dengan tangan kiri. Hal ini juga berlaku bagi orang kidal, lakukan kegiatan dengan menggunakan tangan kanan. Cara ini dianggap efektif menjadi kontrol diri untuk tidak 'meninju atau menyakiti orang' yang sudah membuat Anda marah dan kesal.

"Banyak kriminolog dan sosiolog yang telah lama percaya bahwa tingkat kejahatan dan kekerasan jadi tinggi karena rendahnya pengendalian diri. Jika dilihat aktivitas otaknya menggunakan alat, maka bagian otak orang yang mengatur pengendalian diri justru lebih aktif dibandingkan orang yang tidak agresif. Dan cara membantu mengurangi impuls tersebut," jelasnya.

Dr Denson menambahkan bahwa pada awalnya latihan menggunakan tangan non-dominan juga dapat memancing emosi, namun jika dilatih terus, maka Anda akan memiliki kemampuan untuk mengendalikan diri. Sehingga, seiring waktu hal-hal yang membuat Anda jengkel akan lebih mudah diatasi.


Sumber : http://id.she.yahoo.com/trik-jitu-kendalikan-emosi-120000341.html